Loading...

Rabu, 15 Juni 2011

Menganalisa potensi wirausaha lokal

Inspirasi
Pernahkah kamu berpikir untuk membuat makanan yang enak seperti mie goreng garing, sosis gulung mie? atau membuat saouvenir cantik dari kertas, bambu, kayu? atau menulis sebuah cerpen, puisi, berita? atau membuat komik, mengoleksi photo pemain bola, pembalap? Hasil karyamu itu bisa menjadi modal untuk memulai usaha sendiri. Mungkin kamu terlalu muda kalo harus bekerja di perusahaan besar, tetapi tidak terlalu muda untuk memulai sebuah usaha/bisnis. Lalu bagaimana caranya? Caranya mudah yaitu kamu mulai dengan mengidentifasi ragam wirausaha kemudian kamu coba untuk merancang nilai tambahnya.
Konsep
Setelah mengetahui dan menguasai kualitas tersebut, seorang entrepreneur harus melakukan tahapan demi tahapan bisnis. Yang sering dikenal dengan istilah proses kewirausahaan. Nah pada modul ini, akan di kupas lebih dalam mengenai proses kewirausahaan.

A. Proses Kewirausahaan
1. Identifikasi dan evaluasi peluang
Keberhasilan usaha ditentukan oleh banyak hal, tetapi yang paling penting adalah apakah kita benar-benar mengenal karakter kita dan berada pada bidang yang kita sukai dan akrabi? Bukan tidak mustahil bahwa keberhasilan hanya soal waktu saja bagi orang-orang yang benar-benar mencintai pekerjaanya.
a. Bidang usaha sesuai bakat
Berikut adalah pengelompokan bidang usaha sesuai pendekatan kepribadian :
1. Bidang usaha kelompok kreatif (introvert-dominan)
Makanan dan minuman, kerajinan, pertanian dan agrobisnis, peternakan dan hasil tambak, rajutan, border, renda, sablon, penerbitan, mainan anak-anak, kartu ucapan, karya-karya intelektual,dll.
2. Bidang usaha kelompok konsultif (extrovert-dominan)
Jasa konsultasi, kursus-kursus, pusat kebugaran dan pelatihan oahraga, perdagangan, dll.
3. Bidang usaha kelompok analitis ( introvert )
Jasa penerjemah,reparasi elektronik, perancang busana, laundry, jasa penjahitan, dll
4. Bidang usaha kelompok pelayanan (extrovert )
Biro jasa, biro teknik, jasa pengetikan, photocopy, penjilidan, sablon pesanan, perbengkelan, kontaktor, perbaikan bangunan, rumah kos, salon kecantikan, makelar, dll
b. Gagasan usaha
- Pelanggan
Seorang pengusaha harus memberikan perhatian kepada para pelanggan potensial. Bentuk perhatianya berupa pengwasan ide dan kebutuhan potensial. Member kesempatan kepda pelanggan potensial untuk mengungkapkan opini-opininya
- Produk dan jasa yang sudah ada
Perhatian terhadap produk yang kompetitif dapat memberi masukan mengenai cara-cara untuk memperbaiki penjualan dan menghasilkan produk baru.
- Saluran distribusi
Saluran distribusi mempunyai kedekatan dengan kebutuhan pasar, mereka tidak hanya sering mempunyai saran untuk produk baru, tapi juga membantu memasarkannya. Seorang pengusaha harus rajin bertanya kepada pelayan toko untu mengetahui penyebab kurang lakunya sebuah produk.
- Pemerintah
ide yang digali dari pemerintah bisa berupa dua hal yaitu dengan memperhatikan paten produk dan memperhatikan peraturan pemerintah. Dari informasi paten produk dapat diperoleh mana yang marketable atau mana yang tidak. Dari peraturan pemerintah dapat di respon dengan menciptakan produk sebagai respon dari kebijakan tersebut, contoh: pemerintah mengeluarkan undang-undang kesehatan dan keselamatan kerja, maka memproduksi kotak P3K menjadi ide yang cemerlang.
- Penelitian dan pengembangan
c. Metode – metode untuk menghasilkan ide
- Kelompok focus - Tukar pikiran - Analisis kumpulan masalah
Berikut ini beberapa pertanyaan yang bisa membantu kamu dalam identifikasi peluang.
 Kira-kira produk barang/ jasa apa yang banyak dicari orang?
 Produk barang/ jasa yang di cari itu tersedia cukup banyak atau tidak?
 Siapakah target pasar dari barang/jasa tersebut?
 Bagaimana gambaran persaingan di dalam pasar tersebut?

2. Mengembangkan rencana bisnis
Rencana bisnis merupakan dokumen tertulis yang menggambarkan keseluruhan bisnis yang akan dijalankan. Rencana bisnis yang baik harus dikembangkan dari hasil identifikasi peluang yang telah didapatkan. Biasanya tahap ini memakan waktu cukup banyak dalam proses kewirausahaan. Berikut ini beberapa pertanyaan yang bisa membantu kamu dalam memulai usaha.
 Gambarkan ide kamu tentang sebuah produk barang atau jasa. Apa kelebihan dari produk tersebut?
 Siapa yang akan tertarik untuk membeli produk tersebut? Mengapa? Inilah pasarmu
 Bagaimana kamu mendapat uang untuk memulai usaha kamu?
 Modal perlengkapan alat/mesin apa saja yang kamu butuhkan?
 Bahan-bahan apa saja yang kamu butuhkan?
 Bagaimana orang-orang dapat mengetahui tentang produk kamu?

3. Menentukan sumber daya yang dibutuhkan
4. Mengelola perusahaan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar